
FKUB – Pemberlakuan pembatasan sosial (social distancing) yang kini diganti dengan istilah physical distancing (menjaga jarak fisik) pada prinsipnya dilakukan sebagai upaya bersama nonfarmasi, untuk mengontrol penyebaran infeksi atau wabah, seperti yang terjadi saat ini demi mengurangi paparan wabah COVID-19.
Cara tersebut dianggap efektif, karena penyebaran penyakit yang disebabkan virus COVID-19 itu terjadi lewat droplet atau percikan air liur, bukan dari aerosol atau penyebaran di udara. Sebagai contoh, ketika orang batuk atau bersin di tempat umum tanpa menutup mulut dengan lengan, maka cairan liurnya bisa jatuh ke berbagai permukaan yang kemudian dipegang oleh orang lain.
Atau jika sedang berbincang dengan orang lain dalam jarak dekat, air liur bisa terciprat ke wajah yang akan memperbesar kemungkinan penularan virus.
Oleh karena itu, pemerintah kini menerapkan physical distancing. Pemerintah ingin agar kontak dengan orang lain diminimalisir. Kemudian, jika ada pertemuan, masyarakat diminta menjaga jarak hingga satu meter serta rajin membersihkan diri sesuai ketentuan pemerintah.
Langkah itu didukung oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor dan berharap agar semua pihak secara sadar ikut berpartisipasi mendorong gerakan moral menjalankan kebijakan pemerintah. “Pemerintah sangat serius dalam melakukan penanganan bencana wabah penyakit ini. Jadi memang kita harus bersabar dan bersatu, bekerjasama, bukan saatnya saling menyalahkan. Sebaliknya kita perlu saling mendukung dan jangan menganggap remeh prosedur dan kebijakan yang sedang diberlakukan,” tutur H. Hasbulloh, SE,. MA, Ek, Sekretaris FKUB Kota Bogor.
Karena itu, menyusul edaran tanggap KLB pandemi Covid-19 bagi rumah-rumah ibadah, FKUB Kota Bogor juga menyatakan gerakan sosial sebagai berikut:
Pertama, membantu pemerintah pusat dan daerah dalam pencegahan dan penanganan penularan covid19.
Kedua, menghadirkan keterlibatan agama dalam mencegah dan menangani penyebaran penularan covid19
Ketiga, mengajak seluruh umat beragama untuk bersatu padu bekerjasama mencegah penularan dan penyebaran covid19
Kelima, berdoa dan berusaha terbaik agar bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia terhindar dari bahaya wabah Covid19. Selain itu juga berdoa untuk keselamatan dan kesehatan para dokter petugas medis dan seluruh perangkat negara yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan Covid19.
Edaran yang ditandatanganinya bersama dengan Drs. H. A. Chatib Malik, Ketua FKUB Kota Bogor itu beredar sejak Sabtu (21/03/2020) sebagai Surat Himbauan resmi dari FKUB Kota Bogor dengan Nomor : 14 /FKUB /III /2020.
Hasbulloh mengatakan, ummat dapat menjalankan beberapa bentuk upaya bersama, mulai dari tindakan sederhana seperti membatasi kontak tatap muka dan tangan, menghindari keramaian, tidak menggunakan transportasi umum, mengurangi perjalanan yang tidak perlu, dan melakukan pekerjaan secara daring (online).
Semua itu jika dirangkum maka akan membuat masyarakat untuk tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan dan aktivitas mereka.
Dalam bentuk skala besar yang biasanya terimplementasi karena kebijakan pemerintah, terdapat cara seperti meliburkan sekolah, penutupan tempat kerja, usaha, layanan lain seperti restoran dan pusat perbelanjaan. Semua itu dilakukan untuk menghindari kontak langsung, dengan orang asing yang tidak ketahui status kesehatannya.
“Semua itu dilakukan agar masyarakat yang sehat tidak terinfeksi penyakit. Jadi ini harus disadari bersama,” ujar pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ulum, Bantarkemang, Bogor ini.

Pihaknya juga sudah melakukan antisipasi dengan memulangkan santri ke rumahnya masing-masing dan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di lingkungan pesantren dan masjid. Selain memampang informasi, panduan dan pemeriksaan suhu tubuh. FKUB Kota Bogor meminta agar ummat mematuhi kebijakan untuk tidak keluar rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Menurutnya, kalau masyarakat tidak disiplin kegiatan pembatasan penyebaran corona tidak akan efektif. “Dalam kondisi seperti ini, patuhi semua aturan, bekerjasama, saling mendukung dan tentu jangan lupa untuk saling mendo’akan demi keselamatan dan kesehatan ummat manusia,” tegasnya. #Malik Baihaqi